Metro9Berita

Sahabat Rakyat

Berita Featured Wisata

Bepergian Naik KRL Ramah Anak Commuterline Bogor-Jakarta

KRL Ramah Anak
Dua bocah tampak sangat bahagia menyambut KRL Ramah Anak Commuterline Bogor-Jakarta Kota. (M9/Istimewa)

BOGOR, Metro9berita.com – Pagi itu seorang ibu muda SF (36) mengajak bepergian dua jagoannya, AD (6) dan AM (3) naik KRL Commuterline Bogor-Jakarta Kota, Minggu (14/8/2025). Lebih tepatnya memenuhi janji pekan lalu untuk mengajak anak-anak jalan-jalan menikmati weekend.

Singkat cerita, anak-anak begitu antusias sejak persiapan di pagi yang cerah itu. Tampak raut wajah mereka sangat ceria menyambut pengalaman menumpang sarana transportasi umum commuterline KRL ramah anak ini.

Bahkan meskipun sebenarnya bukan untuk kali pertamanya. Tetap saja anak-anak selalu riang gembira terutama saat tiba di titik pemberangkatan Stasiun Bogor.

“Tujuan kami dekat saja, yakni ke Stasiun Depok Baru. Waktu tempuhnya cuma 30 menit. Bahkan mungkin kurang dari itu,” ungkap wanita karir ini, Rabu (17/9) petang.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa untuk memasuki kawasan stasiun. Maka calon penumpang harus memiliki e-money, atau kartu pembayaran elektronik.

Tapi jangan khawatir, bagi calon penumpang yang belum memiliki e-money. Tetap bisa mendapatkan di loket stasiun yang menjual kartu pembayaran elektronik dengan harga Rp40 ribu (isi saldo 10k). Sudah cukup untuk perjalanan Bogor – Depok PP (pulang-pergi).

Untuk anak dengan tinggi badan 90 cm sudah wajib membayar tiket. “Saat naik kereta komuter (KRL, red) ada beberapa larangan. Di antaranya tidak boleh membawa hewan peliharaan, makan minum. Kemudian dilarang membawa kursi lipat maupun stroller bayi,” terang staf HRD di tempat dia bekerja ini.

Kendati demikian, di dalam kereta, tersedia tempat duduk prioritas bagi mereka yang mengajak anak-anak, orang tua, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

“Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, serta hak-hak penumpang. Ada petugas yang berkeliling di dalam kereta,” ujarnya.

SF bersama dua putranya, amat menikmati panorama dan setiap momen selama perjalanan. Hingga tanpa terasa sampai juga di stasiun tujuan.

“Biasanya saya dan anak-anak hanya
duduk-duduk. Sambil mencoba ragam kuliner berupa makanan-makanan yang ada di sekitar stasiun. Dan setelah merasa puas. Ya kami pun kembali melakukan perjalanan balik ke Bogor,” bebernya.

Tak cukup di situ. Sebab sebagaimana tradisi dari bepergian. Maka tidak lengkap rasanya kalau pulang dengan tangan hampa. Oleh karena itu, sebagai penutup adalah membawa oleh-oleh.

“Sesampai di Stasiun Bogor itu dekat alun-alun kota. Sangat bagus buat sekedar nongkrong. Di sini juga banyak penjual kaki lima. Juga dekat masjid dan pasar. Makanya bisa mampir dulu beli buah atau oleh-oleh buat orang di rumah,” pungkasnya. (*Sugih/Red)

*Kontributor: Sugih Fitria

Visited 25 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page