Metro9Berita

Sahabat Rakyat

Bondowoso Headline

Bangunan SD Negeri di Bondowoso Nyaris Saja Ambruk!

Bangunan SD
Beberapa sudut bangunan SD yang tampak rontok dan tinggal menunggu ambruk. (MS/IST)

BONDOWOSO, Metro9Berita.com – Kondisi bangunan sekolah dasar (SD) UPTD SPF ASDN Solor 1 Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sangat memprihatinkan, dan nyaris ambruk.

Tampak dalam bangunan SD di Bondowoso tersebut, adanya plafon yang ambrol, dinding retak-retak dengan diameter besar. Di luar gedung sekolah juga tampak berserakan bekas kerusakan.

Sementara pihak sekolah mengaku sudah mengklaim berulang kali mengusulkan bantuan renovasi. Namun sayang masih belum ada tanggapan dari pemerintah daerah sampai berita ini ditayangkan.

Dwi Santoso Kepala UPTD SPF SDN Solor 1 menyampaikan, kalau sekolahnya kemarin juga terdampak gempa. “Akibatnya banyak bangunan retak, atap ruangan dan plafon sudah banyak yang copot ,” kata Dwi, Rabu (15/10/2025).

Lebih lanjut, Dwi menceritakan, sekolah tersebut dibangun pada 1960-an. Dan mendapatkan rehap atap pada 2010-an. Tetapi sejak saat itu, dan sampai saat ini, sudah tidak pernah mendapat perhatian serius lagi dari pemerintah.

Sedangkan pihak sekolah juga sudah memberitahukan kepada pihak Korwil Cermee. Tapi hanya menyuruh mengisi formulir digit dalam usulan rehab melalui dapodik sekolahan.

“Melalui musrembang sudah saya lakukan, dan kemarin ada pihak bapedda datang melihat langsung kondisi sekolahan. Katanya siap membantu dan akan koordinasi dengan diknas. Namun inipun belum ada tanggapan dinas terkait. Lalu saya pernah mengusulkan kepada pihak korwil. Pihak korwil sudah mengusulkan lewat formulir dapodik. Tapi tak ada kejelasan,” ujar Dwi.

Dwi membeberkan, bahwa sekolahnya dulu pernah mendapat bantuan penggantian atap. Saat itu, dirinya belum menjabat kepala sekolah. Masih zaman Bupati Bondowoso Amin Husni, ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, salah satu guru melalui telepon mengaku sudah capek urusan bantuan rehab. Bahkan mengumpat, kalau mau roboh, mending sabar saja. Karena mau berharap, juga susah.

Guru tersebut, menambahkan usulan bantuan sekolah ini, bukan cuman dipakai sesaat. Tetapi selamanya oleh siswa.

“Sebenarnya kita pihak sekolahan sudah lama mengajukan rehab. Demi untuk kenyamanan siswa belajar. Waswas juga siswa belajar, kalau hujan deras dan angin kencang,” jelasnya.

Sementara Korwil Cermee, Tohari menuturkan, kalau sekolah sudah diusulkan mendapat bantuan rehabilitasi pada anggaran DAK mendatang.

“Tinggal menunggu persetujuan dari teknis diknas.Yang diusulkan rehab total ruang kelas dengan usulan,” ucapnya. (*Susilo/Redaksi)

🛡 Disclaimer

Berita ini ditulis berdasarkan asas praduga tak bersalah. Segala tuduhan masih dalam proses dan belum ada putusan yang berkekuatan tetap. Maka dari itu, media ini membuka ruang Hak Jawab bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini, sesuai ketentuan UU Pers.

Visited 19 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page