Metro9Berita

Sahabat Rakyat

Berita Opini Surabaya

Jeritan Para Pemilik Tenant Tunjungan Masihkah Didengar Pemkot?

Tenant Tunjungan
Para pemilik tenant di Jalan Tunjungan Surabaya rutin menggelar konsolidasi. (MS/FAHAD)

SURABAYA (MS) – Jalan Tunjungan kerap dipoles sebagai ikon romantisme Surabaya, dengan lampu gemerlap dan keramaian tiap akhir pekan. Namun di balik hingar-bingar itu, banyak tenant justru menjerit: omzet anjlok, usaha sepi, dan ancaman merumahkan karyawan semakin nyata.

Kebijakan Pemkot Surabaya yang melarang kendaraan berhenti di sepanjang bahu jalan—dengan alasan macet—semakin memperparah keadaan, ucap Fahad mewakili para pemilik tenant, Senin (8/9/2025).

Masalah parkir memang klasik, tapi solusi dengan larangan total hanya memutus napas para pelaku usaha, ungkap Fahad mewakili para pemilik tenant, Senin (8/9/2025).

Bagaimana mungkin kawasan wisata bisa hidup tanpa akses parkir yang manusiawi? Apalagi saat musim hujan, pengunjung harus berjalan jauh dari kantong parkir resmi ke tenant sambil kehujanan. Tentu banyak yang akhirnya memilih untuk tidak datang sama sekali.

Akibatnya, tenant makin sepi, retribusi resmi tak jelas hasilnya, sementara juru parkir liar tetap berkeliaran. Yang jadi korban adalah pengusaha lokal yang harus membayar sewa, menggaji karyawan, dan bertahan hidup di tengah tekanan.

Jika kondisi ini terus di biarkan, jangan salahkan tenant ketika satu per satu menutup usahanya.

“Tunjungan Romansa” yang di gembar-gemborkan hanya akan jadi dongeng, berganti dengan pemandangan ruko gelap dan papan tutup permanen.

Pemkot Surabaya harus segera berubah haluan: bukan sekadar melarang, tetapi menghadirkan solusi nyata. Karena tanpa tenant, Tunjungan bukan lagi ikon—melainkan sekadar jalan kosong yang kehilangan denyut hidupnya. (*)

Visited 7 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page