
KOTA MOJOKERTO (MS) – Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 secara resmi dimulai melalui kegiatan Kickoff Hari Santri, yang digelar pada Senin (7/10) malam di Pendapa Sabha Krida Tama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto. Acara pembuka ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda keagamaan, kebudayaan, dan sosial yang akan berlangsung pada 7-26 Oktober 2025.
Kickoff peringatan HSN 2025 ditandai dengan menekan gimmick button oleh Wakil wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi bersama Khatib Syuriah PBNU KH. M. Aunulloh A’la Habib, LC dan Rois Syuriah PCNU Kota Mojokerto serta Ketua PCNU Kota Mojokerto K.H. M. Shodiqin Marzuqon.
Dalam kesempatan ini Cak Sandi menyampaikan bahwa penetapan Hari Santri secara nasional telah dilakukan sejak tahun 2015 dan merupakan bentuk refleksi sejarah perjuangan bangsa 80 tahun silam. Peringatan Hari Santri, bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran santri dan ulama sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.
“22 Oktober 1945, ketika Kiai Hasyim Asy’ari bersama para ulama Nahdlatul Ulama mengumandangkan Resolusi Jihad. Dimana fatwa tersebut menyerukan kewajiban seluruh umat Islam, khususnya santri, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan. Resolusi inilah yang menjadi suluh perlawanan, menggelorakan semangat juang hingga berpuncak pada pertempuran 10 November di Surabaya,” tuturnya.
Terkait tema Hari Santri tahun 2025 adalah “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” Cak Sandi menyampaikan bahwa santri harus terus menjaga kedaulatan bangsa dari segala ancaman—baik fisik, ideologi, maupun digital.
“Sementara itu, ‘menuju peradaban dunia’ mengandung pesan bahwa santri tidak boleh hanya menjadi pengikut arus global, tetapi harus tampil sebagai pelaku peradaban. Santri masa kini harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan komunikasi, dengan tetap berakar pada akhlak mulia,” paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pesantren dan santri sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Pesantren bukan hanya lembaga keagamaan, melainkan juga inkubator ekonomi umat, pusat literasi, dan laboratorium kebudayaan. Santri Mojokerto diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam inovasi sosial, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta mendukung proses digitalisasi kota.
“Dari Mojokerto, kita nyalakan peradaban. Santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global. Mari kita refleksikan dan proyeksikan Hari Santri ke-10 ini sebagai komitmen melawan kezaliman dan menegakkan kebaikan, sebagaimana semangat amar ma’ruf nahi munkar,” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto juga menyampaikan apresiasi kepada PBNU Kota Mojokerto yang telah menjadi penggerak utama kegiatan Hari Santri tahun ini, sekaligus penjaga tradisi keagamaan di wilayah setempat.
“Semoga rangkaian acara Hari Santri Nasional 2025 dapat diselenggarakan dengan lancar, mulai dari kick off pada malam hari ini hingga puncak peringatan tanggal 26 Oktober mendatang,” katanya.
Momentum Kick Off Hari Santri 2025 ini juga dirangkaikan dengan Launching Website PCNU Kota Mojokerto sementara beragam kegiatan juga akan digelar untuk memeriahkan peringatan diantaranya Bahtsul Masail, Ngaji Budaya, Pelatihan Jurnalistik Lanjutan, Khotmil Qur’an, Wayang Beber, Madrasah Falakiyah, Lailatul Hadrah Ishari, Apel Hsn, Ziarah Muassis NU, Donor Darah, Pengobatan Gratis, Lailatul Ijtima’, Liwetan Kubro, Hingga Lomba MQK Dan MTQ. (Hms/Red)





















