
Metro9Berita.com – KONI Jatim memfokuskan perhatian terhadap pelaksanaan PON Bela Diri II 2026 Manado, Sulawesi Utara. Langkah awal menggelar rakor dengan pimpinan delapan cabor bela diri di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (13/1/2026).
Delapan cabor pada PON Bela Diri II 2026, yakni meliputi kurash, kabbadi, muaythai, IBCA MMA, hapkido, tinju, anggar, dan kick boxing. Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil menegaskan, pada ajang nasional ini menjadi momentum penting untuk mengukur. Sekaligus meningkatkan kekuatan olahraga bela diri Jawa Timur yang selama ini belum optimal daripada sektor olahraga lainnya.
“PON Bela Diri ini menjadi tolok ukur kekuatan cabor bela diri di Jawa Timur. Selama ini kita memang masih relatif lemah di sektor ini, sehingga perlu persiapan yang jauh lebih serius dan terukur,” ujar Nabil.
Seleksi Ketat Prioritaskan Atlet Berprestasi
Sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi, KONI Jatim menerapkan seleksi atlet secara ketat. Proses seleksi akan mendapat pendampingan langsung tim bidang pembinaan prestasi (binpres). Dengan fokus pada atlet yang memiliki rekam jejak prestasi nasional dan internasional.
Maka dari itu, KONI Jatim hanya akan mengirim atlet yang pernah meraih medali emas/perak pada PON XXI 2024 Aceh–Sumut. Kemudian kejuaraan nasional, serta SEA Games 2025.
“Tidak semua nomor akan kami ikuti. Nomor yang tidak memiliki peluang prestasi tentu tidak akan kami kirim. Ini bagian dari efisiensi anggaran dan orientasi prestasi,” tegas Nabil.
Pemetaan Lawan dan Program Latihan Terukur
Selain seleksi atlet, KONI Jatim juga meminta seluruh pimpinan cabor melakukan pemetaan kekuatan calon lawan dari provinsi lain. Pemetaan ini bertujuan menyusun program latihan yang lebih spesifik, terukur, dan sesuai kebutuhan kompetisi.
Menurut Nabil, waktu persiapan yang lebih panjang dibanding PON Bela Diri I 2025 lalu di Kudus. Hal ini menjadi modal penting untuk memperbaiki sistem rekrutmen, kualitas latihan, serta ketepatan target prestasi.
“Dengan persiapan yang lebih matang, rekrutmen lebih akurat, dan latihan lebih terstruktur, kami optimistis prestasi PON Bela Diri II 2026 bisa menyamai, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” ungkap Nabil.
Target Tinggi untuk Jawa Timur
KONI Jatim berharap kedelapan cabor bela diri tersebut mampu menyumbangkan lonjakan prestasi signifikan bagi kontingen Jawa Timur di tingkat nasional. Sebab keberhasilan di PON Bela Diri II, juga akan menjadi pondasi penting dalam pembinaan jangka panjang menuju PON reguler dan kejuaraan internasional.
Dengan persiapan yang sistematis sejak awal tahun. Maka Jawa Timur optimistis mampu tampil sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri nasional di Manado pada Juni mendatang. (*hms/red)





















