
Metro9Berita.com – Gagalnya Persida menjadi tuan rumah babak 16 besar Liga 4 Piala Gubernur Jatim 2025/26 meninggalkan kekecewaan bagi masyarakat Sidoarjo. Khusus pemain dan ofisial tim. Karena asprov menetapkan Jember.
Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Puji Daryo, menduga ada oknum berpengaruh. “Intinya penunjukan Jember jadi tuan rumah (16 besar Liga 4 Jatim,red) ini, sangat jelas ada dugaan keterlibatan pihak yang berpengaruh,” ujarnya, Jumat malam (16/1/2026).
Pria yang juga Manajer Persida Sidoarjo ini beralasan. Karena secara ranking pada penyisihan grup 32 besar, Persid Jember posisi runner-up. Sedangkan, skuad Laskar Jenggolo, juara grup GG dengan nilai sempurna 9 poin.
“Venue yang kita siapkan, juga GOR Delta Sidoarjo (GDS), yang secara kualitas, memenuhi standar FIFA. Dan sudah dapat persetujuan Bapak Bupati (Subandi). Serta juga kadispora,” beber Puji Daryo.
Kendati begitu, meskipun pihaknya sangat kecewa dengan keputusan itu. Tapi karena itu, adalah hak dari asprov selaku operator kompetisi. Maka dengan berat hati tetap menerima, harus berangkat ke Jember.
“Yang jelas tim pelatih, dan semua pemain sudah saya wanti-wanti, tetap harus semangat menyala,” pesannya berapi-api.
Menurutnya, berbekal juara grup, dengan tidak pernah tersentuh kekalahan selama babak penyisihan. Puji yakin anak-anak Persida akan tampil habis-habisan untuk lolos 8 besar nanti. Walaupun itu juga tidak gampang.
“Saya selaku ketua askab juga manajer Persida. Akan mendampingi anak-anak ke Jember, dengan satu tekad, lolos 8 besar, predikat juara grup. Mohon doa masyarakat Sidoarjo khususnya, agar anak-anak tampil konsisten. Dan bisa memenangkan semua laga,” pesan Puji Daryo.
Sebuah sumber mengatakan, bahwa Mojokerto Putra juga bertanya-tanya soal keputusan babak 16 besar di Jember. Sebab idealnya memang di Sidoarjo. Namun lagi-lagi, juga enggan bersikap lebih jauh. Karena lebih fokus hal teknis di lapangan, daripada non teknis.
Tak hanya Sidoarjo, suporter Pamekasan juga kecewa. Bahkan jauh-jauh mendemo Kantor PSSI Jatim di Surabaya, Rabu kemarin (14/1).
Nabil Anna Ketua aksi massa mengusung 5 tuntutan. Yakni, suporter Persepam mendesak pembatalan tuan rumah Pasuruan. Kedua, menuntut PSSI Jatim patuh ketentuan soal syarat tuan rumah. Ketiga, menuntut transparansi, profesionalitas, dan kepastian keputusan penyelenggaraan kompetisi.
Selanjutnya keempat, tidak mencederai prinsip sportivitas dan keadilan, akibat lambat mengambil keputusan. Dan kelima, PSSI Jatim harus komitmen terhadap statement awal.
“Salah satunya, stadion Pamekasan berdasarkan kondisi fasilitas, infrastruktur, serta kelengkapan telah memenuhi penyampaian Sekjen Asprov,” ungkapnya.
Sementara Bidang Kompetisi Arif Anton saat dihubungi. Dia meminta untuk menanyakan langsung kepada Sekjen Djoko Tetuko. Namun saat meneruskan, justru meminta konfirmasi ke Plt Ketua Asprov Jatim. “Maaf tanyakan ke plt saja,” ucapnya singkat. (har)





















